Sabtu, 05 Mei 2012

Di kala hujan

Hari ini hujan begitu hebat mengguyur kota dengan suara nya yang lantang membasahi setiap sudut kota yang bisa di temukan oleh nya. Aku memandang kedalam suasana kota yang basah. Mata ku tak bisa menjangkau lebih jauh lagi. Banyak hal yang ingin ku sampaikan pada carolin. Waktu sekarang telah berjalan terlampau jauh, mana mungkin aku bisa mengembalikan nya. Jika di bayang kan lagi, ketika waktu masih memberi ku kesempatan bersama nya. Hal yang sangat indah. Waktu waktu yang tak mungkin terlupakan. Tetapi hingga saat ini yang ada hanya kenangan, ingin sekali ku simpan di balik air hujan yang jatuh dari langit lalu biarkan kenangan itu terbawa air hujan. Entah akan di bawa kemana, mungkin saja akan kering terserap ke dalam tanah atau jadi bagian bagian kecil yang terpisah.
            Setiap saat aku memikir kan hal yang sama, sesuatu yang bisa membuat ku melayang layang dan hampir tak bisa ku hentikan. Sebenar nya berat bagi ku untuk mengungkap kan ini lebih banyak lagi. Aku selalu di pompa oleh pecahan pecahan waktu yang memancing ku kembali ke dalam putaran dimensi. Seakan akan semua ada seperti biasanya. Bahkan lebih gila lagi. Selalu saja kata kata itu kembali menghampiri ku, di kala berlaksa kenangan menghujam ke dalam ingatan ku.
            Aku tidak pernah membayangkan nya, hingga hanya aku sendiri disini. Menatap hujan yang seakan menjelaskan tentang diriku. Sesaat aku tidak memperdulikan yang ada di sekelilingku. Seharus nya ada penjelasan yang kongkrit tentang keadaan ku ini, tetapi tubuh ku tidak dapat mengartikan nya. Pengalaman demi pengalaman yang pernah aku alami pun tidak dapat membantu ku. Tapi sejauh ini aku masih bisa bertahan. Bahkan untuk menatap ke langit untuk ke sekian kali nya tanpa ada sedikit pun cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar